Bisnis

Kenali Apa Itu Bisnis MLM Beserta Tujuannya

Kenali Apa Itu Bisnis MLM Beserta Tujuannya

Insiderock – Ada banyak jenis usaha bisnis, salah satunya adalah bisnis MLM atau Multi Level Marketing. Bisnis MLM ini bukanlah hal baru, itulah sebabnya banyak perusahaan yang menggunakan sistem perdagangan MLM.

Alasannya tentu saja karena dianggap menguntungkan bagi perusahaan. MLM adalah skema piramida, jadi ada istilah dalam MLM yaitu anggota upline atau anggota downline.

Apa Itu Bisnis MLM?

Bisnis MLM adalah strategi pemasaran rantai atau multi-level, di mana tenaga penjualan yaitu penjualan tidak hanya dibayar untuk penjualan yang mereka lakukan, tetapi mereka juga mendapatkan bayaran untuk penjualan dari penjualan lain yang dia rekrut.

MLM juga dikenal memiliki skema piramida sebagai sistem penjualan. Dalam skema piramida, ada istilah keanggotaan “upline” dan “downline”, yaitu ketika orang menjual produk sesuai urutan rekrutmen atau pendaftaran. Untuk member upline, perlu mencari member downline sebanyak mungkin untuk mendapatkan bonus dan pendapatan ganda. Sedangkan downline member adalah tenaga penjual yang direkrut oleh upline member.

MLM juga dapat diartikan sebagai konsep pemasaran dengan menawarkan konsumen dan pelanggan kesempatan untuk terlibat sebagai penjual dan mendapatkan keuntungan melalui jalur kemitraan MLM.

Dalam bisnis MLM, semakin banyak anggota atau member yang berpartisipasi maka cakupan bisnis MLM akan semakin luas. Dengan demikian Anda dapat meningkatkan omset perusahaan dan menghasilkan keuntungan maksimal. Oleh karena itu, perusahaan MLM akan bersedia memberikan komisi anggota untuk berhasil merekrut anggota baru.

Selain istilah MLM, bisnis ini juga dikenal dengan istilah penjualan piramida, pemasaran jaringan, pemasaran berantai, pemasaran jaringan, pemasaran multigenerasi, dan pemasaran satu tingkat.

Selain pengertian MLM secara umum, berbagai pakar juga mengemukakan pendapatnya tentang pengertian MLM. Seperti Muslich, Sabiq, Yusuf dan Clothier yang membahas definisi MLM.

Muslich berpendapat bahwa MLM adalah sistem pemasaran modern yang dilaksanakan melalui jaringan distribusi dan dibangun secara berkesinambungan dengan memposisikan pelanggan dan tenaga pemasaran.

Sementara itu, Sabiq berpendapat bahwa MLM merupakan metode bisnis alternatif yang memiliki hubungan dengan pemasaran dan distribusi dan dilakukan pada beberapa level atau biasa disebut dengan upline dan downline.

Sementara itu, Yusuf berpendapat bahwa pemasaran jaringan atau MLM adalah pemasaran jaringan di mana banyak orang melakukan proses pemasaran produk dan layanan.

Clothier berpendapat bahwa MLM adalah metode penjualan barang langsung ke konsumen, melalui jaringan distributor independen yang memperkenalkan distributor lain. Menurut Clothier, pendapatan MLM bisa berupa keuntungan retail, keuntungan grosir, dan pembayaran tambahan berdasarkan total penjualan grup yang telah dibentuk distributor.

Tujuan Bisnis MLM

Bisnis MLM memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh bisnis dan setiap anggota yang bergabung. Salah satunya adalah untuk mendapatkan keuntungan, sehingga Anda bisa mendapatkan pengembalian modal yang dikeluarkan dalam bisnis MLM tersebut.

Selain itu, metode bisnis MLM juga diklaim dapat meningkatkan keuntungan bisnis dengan dua peristiwa, yaitu sebagai berikut.

1. Meningkatkan Pendapatan Bisnis dapat meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan laba dan volume penjualan.
2. Pengurangan Pengeluaran Ada dua cara perusahaan dapat menekan pengeluarannya, yaitu dengan mendekatkan produk kepada pelanggan, sehingga biaya pengiriman yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi. Kedua, rekrut tenaga penjual berdasarkan komisi yang diberikan.

Sistem perdagangan MLM memiliki tujuan yang sama dengan sistem pemasaran lainnya. Sama seperti sistem pemasaran lainnya, MLM juga menghasilkan keuntungan dan mencapai kesuksesan objektif di mata bisnis dan anggotanya.

Baca juga:

Motivasi bisnis

Cara Memilih Reksadana Yang Tepat Sebelum Berinvestasi

Cara Memilih Reksadana Yang Tepat Sebelum Berinvestasi

Insiderock – Salah satu upaya untuk menciptakan kehidupan finansial yang lebih baik adalah dengan mulai berinvestasi dalam literasi. Instrumen investasi yang bisa dipilih pemula adalah reksa dana.

Ketika Anda berinvestasi di reksa dana, Anda bisa mempercayakan uang Anda kepada manajer investasi (IM). MI akan mengurusnya. Ada empat jenis reksa dana, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

1. Tentukan tujuan investasi Anda

Jika Anda ingin berinvestasi, tetapkan tujuan. Itu jangka pendek, menengah atau panjang. Misalnya untuk uang muka rumah, biaya pendidikan, pembelian mobil atau liburan.

Selanjutnya, pilih reksa dana yang sesuai dengan tujuan Anda. Reksa dana saham, misalnya, merupakan investasi jangka panjang lebih dari 5 tahun.

Sangat cocok bagi Anda yang ingin mempersiapkan dana pensiun dan biaya sekolah anak. Namun kurang tepat jika tujuan investasi adalah untuk menagih uang muka atau down payment sebuah rumah.

Kemudian, FCP campuran dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keuangan jangka menengah, di atas 3 tahun. Ini memiliki reksa dana berisiko rendah.

Reksa dana pasar uang adalah yang paling aman di antara reksa dana lainnya karena memiliki risiko paling rendah. Cocok untuk investasi jangka pendek, kurang dari 1 tahun. Namun kurang cocok untuk dana pensiun, karena dana investasi belum dikembangkan secara optimal.

Sedangkan reksa dana pendapatan tetap lebih cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun. Bisa dijadikan pilihan diversifikasi investasi di saat perekonomian masih krisis seperti sekarang ini.

2. Sesuaikan dengan karakteristik Anda

Siapa pun yang berinvestasi selalu berharap mendapat untung. Reksa dana dapat menawarkan pengembalian yang lebih tinggi daripada tabungan dan deposito berjangka.

Meski begitu, yang namanya investasi tetap mengandung risiko meski levelnya rendah. Dan masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri.

Ada tiga karakteristik investor, yaitu konservatif atau safety-seeking, moderat atau rata-rata, dan agresif. Bagi Anda yang tidak ingin rugi atau ingin aman, sebaiknya pilih reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang.

Sebab, risikonya lebih rendah dibandingkan reksa dana campuran dan reksa dana saham. Bagi yang berani mengambil risiko, pilihlah reksa dana saham yang menawarkan imbal hasil tinggi.

3. Lakukan riset sebelum memilih manajer investasi

Setelah Anda yakin memilih jenis reksa dana berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi Anda, langkah selanjutnya adalah mencari manajer investasi.

Lakukan riset dengan mencari informasi di Internet, bertanya kepada teman atau kolega yang berinvestasi di reksa dana, atau sumber lainnya.

Periksa legalitas perusahaan manajemen portofolio. Apakah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK atau tidak? Waspadai juga penipuan yang berlogo OJK. Seolah-olah mereka memiliki izin resmi.

Untuk itu, pastikan untuk memeriksa daftar manajer investasi legal di situs OJK sebelum berinvestasi. Jika tidak, itu berarti bisnis itu ilegal.

Juga menelusuri lintasannya, baik di masa sekarang maupun di masa lalu. Jangan memilih manajer investasi dengan rekam jejak yang buruk.

Cek kinerja manajer investasi melalui portofolio hasil investasi yang telah dan sedang dikelola. Anda juga bisa bertanya langsung ke perusahaannya.

Pilih manajer investasi dengan rekam jejak yang baik, kinerja yang luar biasa, reputasi yang baik, dan nama besar. Dengan cara ini Anda dapat berinvestasi dalam kedamaian dan keamanan.

4. Perhatikan nilai draw down reksadana

Perhatikan juga nilai drawdown atau tingkat kerugian maksimum untuk setiap produk reksa dana. Jika reksa dana memiliki tingkat penarikan sekitar 30% dalam satu tahun, itu berarti pengembalian reksa dana turun 30%.

Biasanya jumlah penarikan tertinggi hanya untuk saham atau reksa dana campuran. Sedangkan untuk reksa dana pasar uang, nilai penarikannya relatif rendah, yakni nol poin hingga beberapa persen. Bahkan, tidak jarang berada di 0,00%.

Inilah sebabnya mengapa reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan terbaik bagi investor pemula yang takut mengambil terlalu banyak risiko.

5. Cari tahu expense ratio atau beban biaya

Dalam reksa dana dikenal juga istilah rasio biaya. Ini adalah total biaya yang digunakan oleh MI dalam administrasi reksa dana, seperti biaya pemasaran, penyimpanan, perdagangan dan lainnya. Jika melihat biaya rendah, berarti MI cukup handal dalam mengelola produk reksa dananya.

Referensi:

investasi reksadana milenial

Kunci Sukses Dalam Berbisnis Untuk Milenial

Kunci Sukses Dalam Berbisnis Untuk Milenial

Insiderock – Setiap pengusaha ingin sukses dalam bisnis. Tapi dia tidak cepat berhasil. Saat dihadapkan pada tantangan atau kemunduran, dibutuhkan banyak tenaga dan semangat untuk tidak langsung menyerah. Maka kali ini akan dibagikan kunci atau tips sukses untuk para anak muda dalam mengembangkan bisnis.

1. Communication Skill

Kemampuan berkomunikasi. Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan agar dapat berkomunikasi dengan berbagai kalangan untuk mengembangkan bisnis ini. Bagaimana kita bisa menyediakan produk atau layanan yang baik jika kita tidak tahu cara berkomunikasi? Dengan kemampuan komunikasi yang baik, barang atau jasa yang kita tawarkan akan sangat dihargai. Jadi bagi teman – teman yang ingin atau sedang membuka sebuah bisnis, maka harus memperhatikan pula bagaimana skill atau kemampuan kita dalam berkomunikasi karena hal tersebut merupakan salah satu hal dasar yang sangat penting dan pastinya berpengaruh

2. Perlunya Networking

Dalam menjalankan sebuah bisnis, jaringan atau networking adalah sesuatu yang perlu dibangun dan dipelihara untuk memberi kita kesempatan. Selain memiliki hubungan yang baik, seorang wirausahawan harus mampu membangun jaringan peluang yang luas. Misalnya dengan bergabung dengan komunitas seperti HIPMI atau SIMAC. Dia seharusnya tidak lebih pintar dari yang lain, katanya. Faktanya, lebih baik jika teman – teman memiliki lebih banyak jaringan, teman – teman bisa mendapatkan lebih banyak pendidikan, informasi, dan nasihat. Jadi, jaringan atau networking ini memanglah sangat penting untuk suatu bisnis yang ada. Teman – teman bisa bergabung dalam komunitas atau sejenisnya untuk menambah relasi serta jaringan agar bisnis yang teman – teman jalankan bisa berkembang secara perlahan.

3. Pentingnya Teamwork

Dalam membangun sebuah bisnis, pastinya kita tidak bisa melakukannya sendiri, sehingga membutuhkan kerjasama atau kerjasama tim yang kuat. Memiliki supermarket yang bagus membuat kita kuat. Dengan adanya superteam atau temawork yang baik, maka bisnis kita juga perlahan bisa berkembang. Kemampuan kita pun akan ikut berkembang nantinya. Jadi bagi teman – teman yang memiliki bisnis, teamwork tak boleh dilupakan karena merupakan hal yang sangat penting yang membuat kita bisa saling membangun bisnis yang sedang kita jalani saat ini.

4. Fokuslah dalam Melakukan yang Terbaik

Seorang wirausahawan harus selalu melakukan yang terbaik untuk menjadi baik di mata rekan-rekannya. Di luar itu, yang terpenting adalah tidak berhenti belajar. Bisnis bukanlah trial and error, itu membutuhkan perhatian dan teman – teman benar-benar harus melakukan yang terbaik. Seribu, sepuluh juta, atau seratus miliar harus menjadi fokus yang sama. Ini disebut Lakukan yang Terbaik. Berusahalah untuk menjadikan bisnis teman – teman semakin maju dan berkembang. Untuk itu sebuah fokus sangatlah dibutuhkan dalam hal ini. Fokus dan lakukan yang terbaik.

5. Serahkan Semua pada Tuhan

Bagaimanapun, tidak peduli seberapa keras teman – teman mencoba, serahkan segalanya kepada Tuhan. Setelah kami melakukan yang terbaik, saya tidak akan pernah mengatakan bahwa ini adalah kegagalan, tetapi itu adalah pengalaman. Jatuh membuat kita pergi. Dan Allah pasti akan memberi kita yang terbaik, serahkan segalanya kepada-Nya. Saat melakukan bisnis apa pun, seseorang harus bersyukur. Ini semua adalah proses, karena orang yang turun dari kejatuhan tidak begitu cepat dan sukses, mereka belajar menjadi kuat dan tangguh, setiap proses membutuhkan. Yang dibutuhkan dalam bisnis bukan hanya uang tapi nilai bisnis.

Referensi:

Blog Tentang Bisnis Online

Usaha yang Makin Diuntungkan Karena Pelemahan Rupiah

Usaha yang Makin Diuntungkan Karena Pelemahan Rupiah

Insiderock – Diketahui bahwa depresiasi bursa berbahaya bagi perusahaan dan individu. Banyak yang membakar jenggot mereka ketika Rupiah terdepresiasi terhadap dolar. Apalagi bagi mereka yang model bisnisnya sangat bersinggungan dengan perubahan nilai tukar. Mengapa? Rupiah yang lebih lemah akan mengganggu perencanaan dan dengan demikian mengurangi pendapatan dan keuntungan dan bahkan menyebabkan kebangkrutan.

Namun, seperti kata pepatah “tidak ada siang dan malam”, jika seseorang merugi, pasti akan mendapatkan keuntungan dari melemahnya Rupiah tersebut. Jika Anda ingin terjun ke dunia bisnis, jangan pesimis dulu!

Jenis aset apa yang berpotensi melemahkan Rupiah? Jelajahi tujuh peluang bisnis potensial dan Anda tidak perlu ragu.

1. Eksportir ikan segar

Semakin lemah Rupiah, semakin menguntungkan eksportir. Manfaatnya juga baik dari segi ukuran hingga nilai ekspor. Semakin lemah, semakin murah harga produk di luar negeri secara umum dan ini meningkatkan minat pembeli. Akhirnya, permintaan meningkat. Dan eksportir bisa kewalahan dengan pesanan.

Selain itu, nilai ekspor juga akan berlipat ganda dengan sendirinya. Misalnya, jika sebelumnya harga ikan per kilogram adalah $ 1 dengan nilai tukar Rp. 12.000, jika Rupiah turun menjadi Rp. 13.000, dengan harga yang sama dengan ikan, eksportir otomatis akan mendapat untung lebih besar, atau kenaikan Rp. 1.000.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua yang berhubungan dengan ekspor akan mendapat keuntungan dari melemahnya Rupiah. Siapa saya Yakni, eksportir yang masih mengandalkan bahan baku atau bahan penolong dari luar negeri. Semakin lemah Rupiah yang berarti biaya impor semakin mahal, pada akhirnya harga jual produk akan semakin mahal.

Jadi eksportir yang tidak menyentuh impor benar-benar bisa mendapatkan keuntungan dari depresiasi Rupiah. Dan juga eksportir produk ikan dan seafood.

Selama ini Indonesia banyak mengekspor tuna, mackerel, flying bonito, mackerel, gabus, salmon, udang, kerapu, kakap merah, kepiting dan banyak lagi. Berdasarkan data International Trade Center, tahun 2017 negara tujuan utama ekspor ikan hidup, segar, beku, dan diawetkan pada tahun 2016 adalah Amerika Serikat sebesar 1,62 miliar dolar, Jepang 595,22 juta dolar, dan China $ 280,82 juta.

Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) juga mengatakan masih banyak negara lain di Asia, Eropa, Timur Tengah dan Afrika yang berpotensi besar menjadi pangsa pasar ekspor ikan dan produk olahan Indonesia. Jadi Anda bisa mencoba menjadi pengekspor ikan segar dan menikmati melemahnya Rupiah!

2. Produk olahan ikan

Tidak hanya ikan segar yang bisa diekspor. Tapi juga produk olahan. Dan produk olahan seafood yang pasti memiliki nilai tambah dan akan menambah uang Anda berlipat-lipat. Pasalnya, harga jual ikan segar dan ikan kaleng jelas berbeda. Setelah diolah, harga jualnya akan lebih mahal.

Anda bisa mengolah ikan segar menjadi produk olahan seperti ikan kaleng, ikan asap, presto pindang, sosis, bakso, kecap, kering, cincang, tepung ikan, treasi, pasta, ikan kering, ikan asin dan masih banyak lagi. Dengan menjaga kualitas pengiriman, produk Anda juga akan berdaya saing tinggi di pasar internasional.

3. Eksportir ikan hias

Jangan terkecoh, prospek ekspor produk perikanan lainnya juga bisa menjadi harta yang luar biasa. Seperti ikan hias, algae, garam dan lain-lain tidak kalah menarik dari ikan konsumen ekspor.

Seperti ikan hias, baik laut maupun air tawar, Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) juga mencatat ekspor ikan hias Indonesia pada tahun 2016 mencapai sekitar $ 65 juta, dengan tujuan utama di Amerika Serikat, Jepang, Hongkong, dan Australia. dan Inggris Raya. Cukup menggiurkan, bukan? Selain itu, adanya dukungan pemerintah untuk produksi dan desain teknologi budidaya ikan hias laut di Balai Budidaya Laut (BBPBL) di beberapa daerah.

Anda dapat mengikuti pelatihan ini atau bergabung dengan komunitas ikan hias dan menjadi miliarder dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya laut Indonesia.

Referensi:

Jasa Top Up Paypal

Mengenal Serba Serbi Seputar OJK

Mengenal Serba Serbi Seputar OJK

Insiderock – Anda mungkin pernah mendengar nama OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Biasanya, lembaga-lembaga ini terkait dengan berbagai aset keuangan di Indonesia.

 

Meski sudah familiar, Anda mungkin masih bertanya-tanya tentang peran dan tujuan didirikannya lembaga ini. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang peran dan fungsi OJK.

 

Mengenal OJK di Indonesia

OJK merupakan lembaga independen yang dibentuk untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh sektor jasa keuangan di Indonesia. Sebagai lembaga independen, OJK beroperasi tanpa campur tangan pihak ketiga dalam pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan.

 

Meskipun merupakan lembaga independen, pembentukan fungsi OJK diatur dengan undang-undang khusus. Bahkan dengan tugas dan wewenangnya.

 

Tujuan dibentuknya OJK

OJK dibentuk dengan tujuan untuk mengawasi industri jasa keuangan di Indonesia dan selanjutnya menjadikan industri tersebut sebagai penopang perekonomian nasional. Dengan demikian, sektor jasa keuangan harus mampu bersaing secara global.

 

Selain itu, OJK juga memiliki tujuan lain. Berikut adalah tujuan dari OJK:

 

Mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan secara tertib, transparan, adil, dan akuntabel.

Memastikan sistem keuangan Indonesia tumbuh secara stabil dan berkelanjutan.

Melindungi kepentingan nasabah dan masyarakat Indonesia.

 

Tugas OJK atau Otoritas Jasa Keuangan

Menurut pasal 6 undang-undang no. 21 Tahun 2011, salah satu tugas Otoritas Jasa Keuangan adalah mengatur dan mengawasi kegiatan jasa keuangan di bidang perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan bukan bank seperti asuransi, dana pensiun, dan lembaga keuangan.

 

Sebelum OJK dibentuk, sektor pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank diawasi oleh Bapepam-LK atau Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Sementara itu, sektor perbankan berada di bawah pengawasan Bank Indonesia.

Baca cara menghapus data dari pinjaman online

Peran dan fungsi kedua lembaga ini dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan selanjutnya diemban oleh OJK.

 

Dalam menjalankan fungsinya, Otoritas Jasa Keuangan dipimpin oleh sembilan orang direksi. Struktur Dewan adalah sebagai berikut:

 

Presiden

Wakil Presiden

Pengawas Perbankan Eksekutif Senior

Direktur Eksekutif Pengawas Pasar Modal

General Manager Asuransi, Dana Pensiun, Lembaga Keuangan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya

Presiden Dewan Auditor

Juru Bicara Pendidikan dan Perlindungan Konsumen

Anggota ex officio Bank Indonesia

Anggota ex officio Kementerian Keuangan

 

Otoritas OJK

Otoritas Jasa Keuangan memiliki beberapa kewenangan dalam pelaksanaan tugasnya, antara lain:

 

  1. Mengawasi dan mengatur lembaga perbankan, meliputi:

 

Mulai dari penerbitan izin pendirian bank hingga pencabutan izin usaha bank.

Mengawasi kegiatan perbankan terkait sumber pendanaan dan penyediaan dana.

Mengatur dan mengawasi kinerja bank.

  1. Mengatur lembaga jasa keuangan perbankan dan bukan bank, meliputi:

 

Menetapkan kebijakan dan peraturan tentang fungsi OJK dalam mengawasi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh sektor jasa keuangan.

Membuat struktur dan infrastruktur organisasi, serta mengelola sumber daya.

Menyusun dan membuat peraturan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan industri jasa keuangan.

 

  1. Mengawasi lembaga jasa keuangan perbankan dan bukan bank, meliputi:

 

Membuat dan menetapkan kebijakan operasional untuk mengawasi kegiatan jasa keuangan.

Memberikan sanksi administratif bagi individu yang melanggar peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Pemberian dan pencabutan izin komersial.

 

Fungsi OJK untuk masyarakat

Tidak hanya bagi lembaga keuangan, Otoritas Jasa Keuangan juga memiliki peran bagi masyarakat luas. Berikut fitur OJK bagi masyarakat:

 

  1. Peran OJK adalah menjamin keamanan dalam melakukan transaksi keuangan

Peran OJK adalah mengatur dan mengawasi lembaga keuangan agar dapat beroperasi sesuai dengan peraturan yang ada. Selain itu, OJK juga akan memberikan sanksi kepada lembaga keuangan jika terjadi pelanggaran.

 

Hal ini akan memungkinkan lembaga keuangan untuk menjalankan fungsinya dengan sebaik mungkin, sesuai dengan peraturan ini. Dengan demikian, tindakan yang merugikan masyarakat dapat dicegah dan transaksi keuangan dapat dilakukan dengan aman.

 

  1. Peran OJK dalam perlindungan konsumen

Salah satu fungsi OJK adalah melindungi nasabah atau konsumen. Adanya pengaturan dan pengendalian yang dilakukan oleh OJK terhadap lembaga keuangan dapat memberikan perlindungan bagi konsumen yang menggunakan jasa keuangan.

 

Selanjutnya, cara lain OJK melindungi konsumen adalah dengan memberikan pembelaan hukum kepada konsumen ketika timbul masalah.

 

OJK juga memberikan layanan pengaduan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

 

  1. Peran OJK adalah mengedukasi masyarakat

Otoritas Jasa Keuangan juga senantiasa memberikan informasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai karakteristik produk dan jasa keuangan yang disediakan oleh lembaga jasa keuangan formal.

 

Pemberian informasi dan pelatihan merupakan salah satu langkah OJK untuk melindungi konsumen. Pasalnya, memiliki edukasi keuangan yang baik dapat menghindarkan konsumen dari kerugian.

 

  1. Fungsi OJK Untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat

Peran OJK bagi pihak lain adalah mendorong inklusi keuangan guna meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

 

Inklusi keuangan adalah pemerataan akses terhadap produk atau layanan keuangan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Contoh inklusi keuangan adalah tarik tunai di ATM, online banking, atau layanan pinjaman online.

 

Untuk meningkatkan inklusi keuangan, OJK sendiri telah melaksanakan sejumlah program. Misalnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Tabungan Pelajar (SimPel), Layanan Keuangan Mikro, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).